Ketika kata dan laku ku tak pernah cukup
aku mengumbar amarah di tepi danau kehampaan
tak ada guna ku ketuk pintu nirwana
malaikat tuli itu kan slalu acuh
Keruh hati buramkan pandang mata
ku kecap luka dan berteriak lirih
aku takkan lari
aku takkan sembunyi ...
Aku putra tunggal Sang Angkuh
ranjang kematian jadi saksi lahirku
Aku takkan memohon walau serpihan nyawa melebur di pekat lahat
171009
21:37
_____________________________________________________________________________________
21:37
_____________________________________________________________________________________

Tidak ada komentar:
Posting Komentar