Rabu, 30 September 2009

....... (3)

Kau tlah goreskan lara
dalam dada di ujung harapku
pergilah kekasih
biarkan cintaku terbakar jadi abu

Kau pergi tinggalkanku
hamparkan kesunyian hidup
berlalulah pujaanku
biar remah-remah cinta menjadi kenangan

210909
22:13
______________________________________________________________________

Rabu, 16 September 2009

....... (2)

Mataku terpejam
anganku berkelana liar
mencari tambatan
labuhan asa yang terenggut

Lidah ini terpasung
jiwa bernyanyi lirih
melodi sumbang yang terlantun
kidung kesunyian

Sampaikan matiku pada bulan
katakan ku takkan bersamanya malam ini
menikmati cumbu rayunya
bercinta seolah esok akhir segalanya

160909
15:51
_____________________________________________________________________________________

Terbunuh Sepi

Remuk redam ku karnamu
kerinduanku tertawa getir
tercipta untukmu malaikatku
terbang dan menghilang

terbujur membeku tanpamu
cintaku berlari mencari arti
kelu dan perih
gugur sebelum waktunya bersemi

disini aku menyayat hati
terus tanpa henti
hingga akhirnya ku lelah
perlahan...
dan terbunuh ku dalam sepi

150909
01:36
____________________________________________________________________

Rindu

Aku merindukanmu kekasihku
tanpa kata tuk dirangkai
tanpa suara tuk bicara
hanya kamu,
dan aku rindu...

150909
01:15
______________________________________________________________________

Kamis, 10 September 2009

perih

Aku ingin egois
Malam ini, saat ini, detik ini juga
Kenapa kenyataan begitu kelam?
Mengapa begitu perih?

Aku cemburu
Ku ingin dia hanya untukku
Pantaskah rasa ini menggelayutiku?
Walau ku tahu dia bukanlah milikku

Aku menangis
Di kesendirian dalam dimensi hampa
Ooo Tuhan, bantulah aku
Tenangkan risauku, damaikan kalutku

Aku tak ingin kehilangan dia
Aku tak bisa tertawa tanpa dia
Tuhan, jangan biarkan dia berlalu dariku
Aku takkan mampu, takkan pernah bisa

Wahai Sang Surya,
Jangan kau biarkan dia melihatku dalam keadaan ini
Lemahnya diriku tanpa dia

Biarkan ku hias wajah ini dengan senyum
Walau hati ini luka
Walau jiwa ini semakin rapuh

Biar ku peluk semua perih
Ku nikmati semua luka
Ku titikkan seluruh air mata
Selama dia bisa tersenyum, tertawa
Walau itu semua bukan untukku
Takkan pernah untukku...

090609
02:30
____________________________________________________________________

Harap yang Terlarang


Aku tenggelam dalam imaji

cumbui bayangnya

pelukan angan mendekap asa

semakin dalam, larut


Terus saja sayatkan pisau kerinduan di kalbuku

biar ku kecap rasanya

terbujur kaku di relung emosi

dan Sang Waktu tertawa angkuh


Redupkan cahayanya sejenak

biar ku bertanya pada malam

benarkah dia tercipta untukku,
atau semua ini hanyalah harap yang terlarang ...

090909
01:34
____________________________________________________________________

Bukan Untukku

Waktu merayap begitu pelan
Jiwa ini merintih terajam
Beri sentuhmu pada rapuh hatiku

Saat angin bisikkan kerinduanmu
Ingin ku mendekapmu hangat
Hapus belenggu yang menghimpit dada

Kala cintamu kehilangan arah
Ku kan berjalan disisimu
Merengkuhmu terjang aral menghadang

Tapi ku terhenyak,
Sentuhmu,
Rindumu,
Cintamu,
Semua itu bukan hanya milikku
Dan kembali ku terdiam
Termangu menanti dalam pekatnya gelap


090909
21:45
____________________________________________________________________

....... (1)

Telah ku tenggak bergelas-gelas arak
Ku hirup semua nikotin yang tersaji

Namun bayangmu tetap saja hadir

Merasukiku, meracuniku


Mengapa ku harus begitu mencintaimu?

Walau slalu ku tegaskan kau tak tercipta untukku

Mengapa begitu sulit membunuh rasaku?

Walau belati kecemburuan tertancap di palung asa


Jika kau bahagia dengannya

Aku harus pergi membawa luka ini

Berlari sendiri dalam kegetiran

Hingga ku lelah, dan akhirnya menyerah


Jika kau memilih dirinya

Aku harus menghilang bersama perih

Berlalu sendiri dalam kebisuan

Hingga ku muak dan memaki bisu

090909
21:08
____________________________________________________________________

Monolog


Ku menggumam

Benarkah ku sedang bercinta?
karna hampa memelukku

rangkaian kata dan rasa tak berbalas

Monolog...


Kekasihku,

nyatakah dirimu?
ataukah semua ini hanya bayang

mimpi yang mencumbui harapan

Fatamorgana...

030909
22:05
____________________________________________________________________

Tanpamu

Malam kian larut
Detik demi detik berlalu dalam kesepian
Aku berputar dalam ruang tak berdimensi
Aku berlari menyusuri jalan tak berujung


Air mataku tak lagi terbendung

Kerinduanku padamu semakin menggebu

Tak teredam lagi oleh mimpiku

Tak dapat terpuaskan oleh bayangmu


Kini ku sadari bahwa tanpamu

Melodi kan melantun sumbang

Sayapku tak mampu terkepak

Dan cinta ini takkan pernah jadi sempurna

150809
02:07
____________________________________________________________________

DIA

Dia adalah wanita terindah
Yang pernah hadir dalam hidupku
Canda tawanya hiasi hariku
Bayangnya selalu iringi malamku

Dia adalah wanita pujaanku
Yang selalu ku nanti dalam detikku
Merasuk ke dalam hariku
Tanpa kusadari, tak ingin ku tepis

Tak dapat ku sangkal
Senyumnya penenang jiwa liarku
Tak dapat ku bantah
Kehangatannya cairkan kebekuanku
Tak dapat ku ingkari
Pesonanya runtuhkan angkuhku


180809
03:51
____________________________________________________________________

Tentang Dia


Dia adalah Bulanku
begitu indah kulihat
tak mampu ku jamah,
tak dapat ku raih

Dia adalah Bungaku
begitu harum kuhirup
tak mampu ku petik,
tak dapat ku genggam

Dia adalah Cintaku
bersemayam damai di jiwaku
tak mampu ku rasiokan,
tak dapat ku logikakan

Dia adalah Dia
Mimpi sekaligus Realita
Racun sekaligus Penawar
Tangis dan Tawaku
Mati dan Hidupku

120809
17:47
____________________________________________________________________

Senin, 07 September 2009

Ada dan Tiada

Jika angin memang ada
mengapa dia tak pernah menyampaikan rinduku padamu
yang ku pendam
selalu coba ku rajam

Jika waktu memang benar-benar ada
mengapa dia tak pernah berhenti saat kau di sisiku
berjalan begitu lambat ketika kau jauh

Jika memang cinta benar-benar ada
mengapa kita tak bisa bersatu
membohongi perasaan
tersenyum dalam tangis

Aku terjebak dalam ada dan tiada
semakin larut, semakin remuk
aku terperangkap dalam ada dan tiada
semakin jauh, semakin hilang

Jika aku nyata ada
mengapa tak kau rasakan tangisan rinduku
mengapa tak kau percayai dentang cintaku
mengapa?

Aku terpasung dalam ada dan tiada
semakin remuk dan menghilang

210709
____________________________________________________________________